Skip links

ISMILE Partnership with Miriam College Phillipines

Media Coverage By: Viva | Media Indonesia | The Daily ID | Jakarta Daily | Independent Observer | Jawa Post | Mother n Beyond

Viva - Banyak Orang Tua Keliru, Ternyata Ini Usia Ideal Anak Mulai Sekolah

Jakarta, VIVA – Kemampuan berpikir anak berkembang sangat pesat sejak lahir. Pada masa inilah otak membangun jutaan koneksi saraf yang menjadi fondasi bagi kemampuan belajar, berbahasa, mengelola emosi, hingga bersosialisasi di kemudian hari. Tak heran jika banyak orang tua mulai mempertimbangkan kapan waktu terbaik untuk menyekolahkan buah hati agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.

Para ahli menilai bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar mengajarkan membaca, menulis, atau berhitung. Lebih dari itu, sekolah menjadi tempat anak mendapatkan stimulasi yang tepat melalui aktivitas bermain, eksplorasi, dan interaksi dengan lingkungan sekitar.

Menurut UNESCO, rentang usia sejak lahir hingga delapan tahun merupakan periode penting perkembangan otak yang menjadi fondasi kesehatan, kemampuan belajar, serta perkembangan sosial-emosional sepanjang hidup. Pendidikan anak usia dini yang berkualitas juga dinilai sebagai salah satu investasi terbaik untuk masa depan anak.

Temuan dari Center on the Developing Child, Harvard University juga menunjukkan bahwa kualitas pengalaman pada tahun-tahun awal kehidupan berperan besar dalam membentuk arsitektur otak.  Hubungan yang hangat dengan orang dewasa, lingkungan belajar yang aman, serta pengalaman positif akan memperkuat kemampuan anak dalam berpikir, mengendalikan emosi, hingga memecahkan masalah ketika dewasa nanti.

Mengapa Anak Perlu Sekolah Sejak Usia Dini?

Meski keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak, lingkungan pendidikan formal memiliki peran yang berbeda. Di sekolah, anak belajar mengikuti aturan, berinteraksi dengan teman sebaya, bekerja sama, hingga melatih kemandirian yang belum tentu bisa diperoleh secara maksimal di rumah.

Selain itu, sekolah juga memberikan stimulasi yang disusun secara sistematis sesuai tahap perkembangan anak. Aktivitas seperti bermain peran, bernyanyi, menggambar, bercerita, dan permainan kelompok terbukti membantu perkembangan bahasa, motorik, kreativitas, serta kemampuan sosial. Harvard Health menyebutkan bahwa anak umumnya mulai mengikuti program prasekolah pada usia 3 hingga 5 tahun. Pada rentang usia tersebut, anak mulai belajar mendengarkan instruksi, berbagi, bergiliran, serta membangun rasa percaya diri melalui interaksi bersama teman sebaya. Meski demikian, kesiapan setiap anak tetap berbeda sehingga orang tua perlu mempertimbangkan perkembangan emosional dan sosial masing-masing anak, bukan hanya faktor usia.

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua anak. Namun, banyak pakar pendidikan anak usia dini menyebut usia 3 hingga 4 tahun sebagai waktu yang ideal untuk mulai mengikuti pendidikan prasekolah atau PAUD, selama anak telah menunjukkan kesiapan untuk berpisah sementara dengan orang tua, mampu berinteraksi dengan lingkungan baru, dan menikmati aktivitas bersama teman-temannya.

Yang tidak kalah penting adalah kualitas sekolah yang dipilih. Pendidikan anak usia dini akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung oleh guru yang kompeten, lingkungan belajar yang aman, kurikulum yang sesuai perkembangan anak, serta komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua.

Neeltje Sutandjati menegaskan bahwa kualitas pendidikan pada masa awal kehidupan memiliki dampak besar terhadap proses belajar anak di masa depan. “Umur dari lahir sampai usia 5 tahin itu, masa perkembangan otak yang sangat cepat. Mereka bereksplorasi, fase yang sekali dalam hidup dan tahun-tahun yang paling penting. Sehingga, kualitas sekolah sangat menentukan outcome pembelajarannya,” ujar Neeltje Sutandjati, Founder ISMILE Family of Schools.

Pernyataan tersebut sejalan dengan berbagai hasil penelitian internasional yang menegaskan bahwa stimulasi berkualitas pada lima tahun pertama kehidupan akan memengaruhi kemampuan akademik maupun keterampilan hidup anak di masa mendatang.

Guru Berkualitas Membantu Mengembangkan Potensi Anak

Guru memiliki peran penting dalam mendampingi proses belajar anak. Mereka tidak hanya mengajarkan pengetahuan dasar, tetapi juga membantu anak mengenali emosi, membangun rasa percaya diri, serta belajar menyelesaikan masalah. Neeltje menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini juga berperan membangun kemampuan sosial yang sangat dibutuhkan di masa depan. “Anak-anak itu dikasih kualitas edukasi yang baik dan sosial emosional juga. Kita zaman sekarang itu bekerja sebagai tim dan kolaborasi,” katanya.

Kemampuan bekerja sama, menghargai orang lain, berkomunikasi, hingga berempati merupakan bagian dari pembentukan karakter yang mulai dibangun sejak usia dini. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting ketika anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja di masa depan. Sebagai bagian dari persiapan menyambut tahun ajaran baru, sekolah yang menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) dengan Miriam College, Filipina, ini mengadakan Teacher Professional Development Week. Melalui inisiatif ini, ditegaskan kembali komitmen untuk membina para pendidik yang akan membentuk generasi masa depan dengan kepedulian, kompetensi, dan tujuan yang jelas, sekaligus berkontribusi pada kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia. 

Sekolah juga menjadi mitra bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Apabila terdapat kendala perilaku, kesulitan belajar, atau tantangan sosial, guru dapat bekerja sama dengan keluarga untuk mencari solusi yang tepat.

“Orang tua yang di rumah kesulitan, kasih tahu ke guru. Maka guru akan mencoba menanganinya di sekolah. Setiap anak itu punya intellegence yang luar biasa dan kita sebagai pengajar harus menggali dan membawa itu ke level yang lebih tinggi,” jelasnya.

Kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua memungkinkan setiap anak memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dengan demikian, pendidikan anak usia dini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga wadah untuk menemukan dan mengembangkan potensi unik yang dimiliki setiap anak sejak dini.

Koran Jakarta - Pusat Pelatihan Guru PAUD Berstandar Internasional Akan Hadir di Indonesia

JAKARTA – Upaya meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak hanya bergantung pada kurikulum dan sarana belajar, tetapi juga pada kualitas tenaga pendidik. Berangkat dari pemahaman tersebut, Ismile Family of Schools menjalin kerja sama dengan Miriam College, Filipina, untuk memperkuat pengembangan profesional guru melalui program pelatihan dan sertifikasi di Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) yang berlangsung pada pembukaan Teacher Professional Development Week di Jakarta, Minggu (6/7). Kegiatan pelatihan guru tahunan itu berlangsung hingga 9 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menyambut tahun ajaran baru.

Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani kedua institusi saat delegasi Ismile Family of Schools mengunjungi kampus Miriam College di Filipina pada Maret 2026.

Melalui kerja sama ini, kedua lembaga berencana mendirikan Teacher Training Centre di Indonesia yang akan menyediakan program pelatihan dan sertifikasi guru secara berjenjang. Program tersebut dirancang untuk membuka jalur pendidikan lanjutan hingga tingkat diploma dan pascasarjana bekerja sama dengan Miriam College.

Founder Ismile Family of Schools, Neeltje Sutandjati, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini harus dimulai dari investasi pada tenaga pendidik.

Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam membentuk pengalaman belajar anak pada masa-masa awal perkembangan, sehingga peningkatan kompetensi mereka menjadi kebutuhan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kerja sama ini lebih dari sekadar kolaborasi antar-institusi. Ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa berinvestasi pada guru adalah salah satu investasi terbaik yang dapat kita berikan untuk anak-anak,” ujar Neeltje dalam konferensi pers Kolaborasi Internasional Ismile Family of School dengan Miriam College Filipina di Jakarta pada hari Senin (6/7).

Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi para guru di lingkungan Ismile Family of Schools, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan standar pendidikan anak usia dini di Indonesia secara lebih luas.

Fokus pada Pengembangan Profesional Guru

Teacher Professional Development Week menjadi agenda tahunan Ismile Family of Schools untuk membekali para pendidik dengan berbagai pendekatan pembelajaran terbaru sebelum memasuki tahun ajaran baru.

Melalui kolaborasi dengan Miriam College, program pengembangan tersebut akan diperluas dengan menghadirkan pelatihan berbasis standar internasional, termasuk kesempatan memperoleh sertifikasi yang diakui secara akademik.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan anak usia dini, mulai dari pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, hingga pendampingan perkembangan anak secara holistik.

Bermitra dengan Institusi Pendidikan Berusia Seabad

Miriam College merupakan salah satu institusi pendidikan terkemuka di Filipina yang pada 2026 genap berusia 100 tahun.

Program pendidikan gurunya telah memperoleh predikat Center of Excellence dari Philippine Commission on Higher Education (CHED) atas capaian dalam bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kepemimpinan akademik.

Sementara itu, program Bachelor of Early Childhood Education di perguruan tinggi tersebut juga telah meraih akreditasi Level IV dari Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges and Universities (PAASCU), yang merupakan tingkat akreditasi tertinggi yang diberikan lembaga tersebut.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu alasan Ismile memilih Miriam College sebagai mitra strategis dalam pengembangan kapasitas guru di Indonesia.

Ismile Family of Schools saat ini mengelola tujuh kampus pendidikan anak usia dini melalui tiga unit pendidikan, yakni Ismile Preschool, IShine Preschool & Childcare, dan Alam Atelier. Layanan pendidikan yang diberikan mencakup anak usia enam bulan hingga enam tahun.

Dengan jumlah peserta didik dan jaringan sekolah yang terus berkembang, perusahaan menilai peningkatan kualitas guru perlu dilakukan secara berkesinambungan agar sejalan dengan kebutuhan pendidikan anak usia dini yang terus berubah.

Melalui pendirian pusat pelatihan guru di Indonesia, Ismile berharap dapat menciptakan lebih banyak tenaga pendidik yang memiliki kompetensi profesional, memahami perkembangan anak, serta mampu menerapkan praktik pembelajaran yang sesuai dengan standar internasional.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia melalui peningkatan kapasitas guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran.

Media Indonesia - Pendidikan Anak Usia Dini Harus Holistik, bukan Sekadar Akademik

PENDIDIKAN anak usia dini (PAUD) memegang peran krusial sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak. Di fase ini, perkembangan otak manusia berlangsung secara sangat pesat atau mengalami exponential growth. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan yang diberikan tidak boleh hanya terpaku pada kemampuan akademik semata.

Founder ISMILE Family of Schools, Neeltje Sutandjati, menekankan bahwa lima tahun pertama kehidupan adalah periode emas yang menentukan hasil belajar anak di masa depan.

Menurutnya, pendidikan holistik yang mencakup pengembangan karakter, kemampuan sosial-emosional, hingga keterampilan mengendalikan emosi (self-regulation) harus menjadi bagian integral dari proses belajar.

“Kualitas PAUD menentukan hasil belajar anak. Pendidikan perlu dirancang secara holistik, di mana keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga perkembangan fisik, motorik, kecerdasan emosional, hingga karakter,” ujar Neeltje dalam acara penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) kemitraan strategis antara ISMILE Family of Schools dengan Miriam College, Filipina, di Jakarta, Senin (6/7).

MI/HO–Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) kemitraan strategis antara ISMILE Family of Schools dengan Miriam College, Filipina, di Jakarta, Senin (6/7).

Fokus Pengembangan Anak Usia Dini

Neeltje merinci beberapa aspek penting yang harus dioptimalkan dalam pendidikan anak usia dini:

  • Kemampuan Sosial-Emosional: Anak dibiasakan berinteraksi, bekerja sama, dan berkolaborasi untuk membangun hubungan baik dengan sesama.
  • Self-Regulation: Kemampuan mengelola emosi dan mengontrol perilaku agar anak tidak mudah tantrum serta memiliki rasa hormat kepada orang tua dan guru.
  • Pembentukan Karakter: Menanamkan nilai-nilai positif seperti kebaikan (kindness), kemurahan hati (generosity), dan kepatuhan (obedience) sejak dini.

Guru sebagai Penentu Kualitas Pendidikan

Keberhasilan implementasi pendidikan holistik tersebut sangat bergantung pada kualitas tenaga pendidik. Neeltje menegaskan bahwa investasi pada kompetensi guru adalah langkah paling strategis untuk meningkatkan mutu PAUD di Indonesia. Interaksi yang hangat dan berkualitas antara guru dan anak akan membentuk kompetensi masa depan yang kuat.

Sebagai langkah nyata, ISMILE Family of Schools menjalin kemitraan dengan Miriam College untuk mendirikan Teacher Training Centre di Indonesia. Pusat pelatihan ini akan menawarkan program sertifikasi guru berjenjang, mulai dari diploma hingga tingkat pascasarjana.

Informasi KemitraanDetail Keterangan
Mitra StrategisMiriam College, Filipina (Institusi berusia 100 tahun)
Agenda TerdekatTeacher Professional Development Week (6-9 Juli 2026)
Output Kerja SamaPendirian Teacher Training Centre & Sertifikasi Berjenjang
Akreditasi Miriam CollegeCenter of Excellence (CHED) & Akreditasi Level IV (PAASCU)

 

Miriam College dipilih karena reputasinya sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Filipina dengan akreditasi tertinggi. Melalui kolaborasi ini, ISMILE Family of Schools yang saat ini mengelola tujuh kampus (ISMILE Preschool, IShine Preschool & Childcare, dan Alam Atelier) berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan standar pendidikan anak usia dini secara nasional di Indonesia.

“Kami percaya bahwa berinvestasi pada guru adalah salah satu investasi terbaik untuk anak-anak. Kolaborasi ini diharapkan membawa manfaat tidak hanya bagi pendidik di lingkungan kami, tetapi juga bagi ekosistem PAUD di Indonesia secara luas,” tutup Neeltje. (Z-1)

The Daily ID - ISMILE Strengthens Early Childhood Education Through Partnership with Miriam College

Jakarta, ThedailyID — ISMILE Family of Schools has partnered with Miriam College in the Philippines to strengthen teacher development and improve early childhood education in Indonesia.

The collaboration began during ISMILE’s annual Teacher Professional Development Week, held in Jakarta from July 6 to 9, 2026. The event prepares educators for the new academic year. During the opening day, both institutions signed a Memorandum of Agreement (MOA).

The agreement follows a Memorandum of Understanding (MOU) signed during ISMILE’s visit to Miriam College on March 6, 2026. During the visit, ISMILE Founder Neeltje Sutandjati joined Director of Business Affairs Maryati Lauw and Director of Growth and Systems Trisha Winata. Together, they met Miriam College President Dr. Maria Regina Lucia M. Lizares.

As part of the partnership, ISMILE will establish a Teacher Training Centre in Indonesia. The center will offer certification programs that lead to diploma and postgraduate qualifications in collaboration with Miriam College.

Meanwhile, Miriam College celebrates its 100th anniversary in 2026. The Philippine Commission on Higher Education (CHED) recognizes its Teacher Education program as a Center of Excellence. In addition, its Bachelor of Early Childhood Education program holds Level IV accreditation from the Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges and Universities (PAASCU).

Currently, ISMILE Family of Schools serves children from six months to six years of age across seven campuses. The network operates ISMILE Preschool, IShine Preschool & Childcare, and Alam Atelier.

Founder Neeltje Sutandjati said the partnership reflects a shared commitment to investing in teachers.

“This partnership goes beyond institutional collaboration. We believe investing in teachers is one of the best investments we can make for children. Together with Miriam College, we aim to strengthen teacher professionalism and create meaningful learning opportunities for educators,” she said.

Sutandjati added that classroom practice will determine the program’s success. Rather than focusing only on certifications, ISMILE will assess how teachers apply their training every day.

“We look at how teachers interact with children. Do they ask open-ended questions that encourage children to think critically instead of relying on closed-ended questions?” she said.

In addition, the school will evaluate project-based learning, teaching materials, and teachers’ commitment to continuous professional development. Reflective teaching will also remain a key benchmark throughout the program.

“Continuous professional development is important. What matters most is how teachers reflect on their teaching and turn that learning into better experiences for children,” Sutandjati said.

Ultimately, she believes the initiative will strengthen ISMILE’s educators while supporting higher standards for early childhood education across Indonesia.

Jakarta Daily - ISMILE Partners With Philippine Institution Miriam College to Strengthen Teacher Development Programs

JAKARTADAILY.ID – Indonesian early childhood education provider ISMILE Family of Schools has formed a strategic partnership with Philippine educational institution Miriam College to strengthen teacher professional development and establish a new training pathway for educators in Indonesia.

The collaboration was formalized through the signing of a Memorandum of Agreement (MOA) in Jakarta during ISMILE Family of Schools’ annual Teacher Professional Development Week, held from July 6 to July 9, 2026. The program marks the start of preparations for the new academic year and highlights the institution’s focus on improving teaching quality.

The agreement follows a Memorandum of Understanding (MOU) signed during ISMILE Family of Schools’ visit to Miriam College in the Philippines on Friday, March 6, 2026. ISMILE was represented by Founder Neeltje Sutandjati, Director of Growth and Systems Trisha Winata, and Director of Business Affairs Maryati Lauw, together with Miriam College President Dr. Maria Regina Lucia M Lizares.

Under the partnership, ISMILE Family of Schools will establish a Teacher Training Centre in Indonesia that will provide stackable certification programs. The initiative is designed to create pathways for educators to pursue diploma and postgraduate qualifications in collaboration with Miriam College.

Miriam College, based in the Philippines, is celebrating its 100-year legacy in 2026 and is recognized as one of the country’s leading educational institutions. Its Teacher Education programs have been named a Center of Excellence by the Philippine Commission on Higher Education (CHED) for achievements in instruction, research, extension, and leadership.

The institution’s Bachelor of Early Childhood Education program has also received Level IV accreditation from the Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges and Universities (PAASCU), the highest accreditation level granted by the organization.

ISMILE Family of Schools currently provides education services for children from six-month-old infants to six-year-old kindergarten students through seven campuses under three early childhood education brands: ISMILE Preschool, IShine Preschool and Childcare, and Alam Atelier.

The organization said investment in teacher quality remains a central priority as demand grows for stronger early childhood education standards.

“This partnership represents more than an institutional collaboration—it reflects our shared belief that investing in teachers is one of the greatest investments we can make for children. We are honoured to work alongside Miriam College to strengthen teacher professionalism and create meaningful professional learning opportunities for educators,” said Neeltje Sutandjati, Founder of ISMILE Family of Schools.

“We are confident that this collaboration will benefit not only educators within ISMILE Family of Schools but also contribute to raising the standards of early childhood education across Indonesia, ultimately supporting better learning outcomes for young children,” she added.

Through the partnership, ISMILE Family of Schools aims to strengthen educator development and contribute to advancing early childhood education quality in Indonesia through international academic collaboration.

Independent Observe - Quality Teachers for Indonesia’s Young Learners: ISMILE Strengthens Early Childhood Education Through Collaboration with Miriam College, Philippines

Jakarta, IO – Quality early childhood education begins with quality teachers. Guided by this belief, ISMILE Family of Schools continues to strengthen its commitment to teacher professional development through a strategic international collaboration with Miriam College, Philippines.

From 6 to 9 July 2026, ISMILE Family of Schools is holding its annual Teacher Professional Development Week in Jakarta, marking the beginning of preparations for the new academic year. The opening day also featured the signing of a Memorandum of Agreement (MOA) with Miriam College, Philippines.

This milestone builds on the Memorandum of Understanding (MOU) signed during ISMILE Family of Schools’ visit to Miriam College on 6 March 2026. Representing ISMILE were Founder Neeltje Sutandjati, Director of Growth and Systems Trisha Winata, and Director of Business Affairs Maryati Lauw, together with Miriam College President, Dr. Maria Regina Lucia M. Lizares.

Through this collaboration, ISMILE Family of Schools will establish a Teacher Training Centre in Indonesia, offering stackable certification programmes with pathways to diploma and postgraduate qualifications in partnership with Miriam College.

Miriam College is one of the Philippines’ leading educational institutions, celebrating its 100-year legacy in 2026. Its Teacher Education programmes have been recognised as a Center of Excellence by the Philippine Commission on Higher Education (CHED) for outstanding instruction, research, extension, and leadership, while its Bachelor of Early Childhood Education programme has attained Level IV accreditation from the Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges and Universities (PAASCU) — the highest level of accreditation awarded by the agency. These recognitions reflect Miriam College’s long-standing commitment to academic excellence and leadership in preparing early childhood educators.

ISMILE Family of Schools serves children from six-month-old infants to six-year-old kindergarteners across seven campuses under three early childhood education brands: ISMILE Preschool, IShine Preschool & Childcare, and Alam Atelier. With this growing presence, the group believes that investing in teacher quality must remain a continuous priority.

“This partnership represents more than an institutional collaboration—it reflects our shared belief that investing in teachers is one of the greatest investments we can make for children. We are honoured to work alongside Miriam College to strengthen teacher professionalism and create meaningful professional learning opportunities for educators. We are confident that this collaboration will benefit not only educators within ISMILE Family of Schools but also contribute to raising the standards of early childhood education across Indonesia, ultimately supporting better learning outcomes for young children,” said Neeltje Sutandjati, Founder of ISMILE Family of Schools.

Through this initiative, ISMILE Family of Schools reaffirms its commitment to nurturing educators who will shape the next generation with care, competence, and purpose, while contributing to the advancement of early childhood education in Indonesia. (est)

Jawa Pos - Jangan Hanya Kejar Nilai, Pakar Ingatkan Pentingnya Bentuk Karakter Anak Sejak Usia Dini

JawaPos.com – Pendidikan anak usia dini dinilai tidak seharusnya hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pengembangan karakter, kemampuan sosial-emosional, hingga kemampuan mengendalikan emosi justru menjadi pondasi penting yang perlu dibangun sejak usia dini agar anak siap menghadapi tantangan di masa depan.

Hal tersebut disampaikan oleh pakar pendidikan anak usia dini (PAUD) sekaligus founder of ISMILE Family of Schools, Neeltje Sutandjati. Menurutnya, kualitas pendidikan pada masa awal kehidupan sangat menentukan berbagai aspek perkembangan anak, sehingga sekolah perlu menerapkan pendekatan yang menyeluruh atau holistik.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan anak tidak cukup hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, atau berhitung. Program pendidikan harus mampu mengembangkan berbagai aspek, mulai dari kemampuan akademik, motorik, sosial-emosional, hingga karakter.

Salah satunya dengan menghadirkan gym di sekolah agar motorik halus dan kasar anak terus berkembang. Terlebih, gym dikenal sebagai ibu dari segala macam olahraga.

“Jadi kalau menurut saya kenapa pendidikan PAUD sangat penting? Lima tahun pertama dari mereka lahir perkembangan otak sangat cepat. Exponential growth. Tahun-tahun penting, sehingga kualitas PAUD sangat menentukan hasil belajar anak,” kata Neeltje di sela-sela penandatanganan MoA kemitraan strategis dengan Miriam College di Jakarta, Senin (6/7).

Menurutnya, interaksi yang berkualitas antara guru dan anak akan membantu membentuk berbagai kompetensi yang dibutuhkan anak di masa depan.

Bahkan, ia mengatakan, kemampuan sosial-emosional anak menjadi bekal penting karena kehidupan saat ini menuntut seseorang mampu bekerja sama, berkolaborasi, serta membangun hubungan yang baik dengan orang lain.

Selain itu, anak juga perlu memiliki kemampuan self regulation atau mengendalikan diri sejak usia dini. Menurutnya, kemampuan tersebut berperan besar dalam membentuk perilaku anak ketika menghadapi berbagai situasi.

“Dia punya self regulation-nya harus bagus, nggak sedikit-sedikit tantrum, tetapi dia bisa control, dia bisa self regulate, dia bisa menghormati orang tua, orang yang guru-guru,” ungkap dia.

Tak hanya itu, pembentukan karakter juga menjadi salah satu fokus utama dalam pendidikan anak usia dini. Ia menilai masa awal kehidupan merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan berbagai nilai positif kepada anak.

Menurutnya, berbagai nilai seperti kebaikan, kepedulian, hingga kepatuhan perlu mulai diperkenalkan sejak dini karena periode tersebut merupakan kesempatan terbaik untuk membangun fondasi karakter anak.

“Dan ini sudah dibuktikan oleh riset bahwa saat-saat ini itu adalah jendela kesempatan. Buat kita memasuki dengan values, good values untuk anak-anak. Be kind, be generous, obey. Nah hal-hal begini kita sudah masuk,” ungkapnya.

Tak hanya anak, ISMILE Family of Schools sendiri terus berkomitmen dalam pengembangan profesional guru melalui kolaborasi strategis dengan Miriam College, Filipina. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan MoA pada pembukaan Pekan Pengembangan Profesional Guru yang berlangsung di Jakarta pada 6-9 Juli 2026.

Bahkan, lembaga pendidikan tersebut juga akan mendirikan pusat pelatihan guru di Indonesia, menawarkan program sertifikasi bertingkat dengan jalur menuju diploma dan kualifikasi pascasarjana dalam kemitraan dengan Miriam College.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, melainkan membutuhkan kerja sama yang erat dengan orang tua.

Melalui komunikasi yang baik, guru dan orang tua dapat saling berbagi informasi mengenai perkembangan maupun tantangan yang sedang dihadapi anak sehingga solusi yang diberikan dapat berjalan selaras.

“Kalau erat kolaborasinya, maka oh apa sih yang di rumah sekarang kesulitan atau dia lagi challenges-nya apa, orang tua pasti tau guru, guru di sekolah juga mencoba mengatasi challenge itu. Kolaborasi ini yang membantu anak-anak untuk berkembang menjadi versi terbaik mereka,” tukasnya.

Mother n Beyond - Pentingnya Meningkatkan Kualitas Pendidik Anak Usia Dini di Indonesia

Setuju enggak Moms, kalau pendidikan anak usia dini yang berkualitas dimulai dari guru yang berkualitas. Guru yang berkualitas dapat memahami kebutuhan anak usia dini untuk mendukung tumbuh kembang optimal dan mengeluarkan potensi terbaik Si Kecil. Berpegang pada keyakinan ini, ISMILE Family of Schools terus memperkuat komitmennya terhadap pengembangan profesional guru melalui kolaborasi internasional dengan Miriam College, Filipina.

Pada 6 hingga 9 Juli 2026, ISMILE Family of Schools menyelenggarakan Teacher Professional Development Week tahunan di Jakarta, sebagai bagian dari persiapan menyambut tahun ajaran baru. Pada hari pembukaan, ISMILE Family of Schools juga menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) dengan Miriam College, Filipina.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Memorandum of Understanding (MOU) yang telah ditandatangani saat kunjungan ISMILE Family of Schools ke Miriam College pada 6 Maret 2026.

Dalam kunjungan tersebut, ISMILE Family of Schools diwakili oleh Neeltje Sutandjati selaku Founder, Maryati Lauw selaku Director of Business Affairs, dan Trisha Winata, Director of Growth and Systems, bersama Presiden Miriam College, Dr. Maria Regina Lucia M. Lizares.

Program sertifikasi untuk meningkatkan kualitas guru anak usia dini di Indonesia

Melalui kolaborasi ini, ISMILE Family of Schools akan mendirikan Teacher Training Centre di Indonesia, yang akan menawarkan program sertifikasi berjenjang dengan jalur menuju kualifikasi diploma dan pascasarjana, bekerja sama dengan Miriam College. Miriam College merupakan salah satu lembaga pendidikan terkemuka di Filipina yang merayakan 100 tahun perjalanannya pada tahun 2026 ini.

Program Teacher Education Miriam College telah diakui sebagai Center of Excellence oleh Philippine Commission on Higher Education (CHED) atas keunggulannya dalam pengajaran, penelitian, pengabdian, dan kepemimpinan.

Sementara itu, program Bachelor of Early Childhood Education Miriam College telah meraih akreditasi Level IV dari Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges and Universities (PAASCU), tingkat akreditasi tertinggi yang diberikan oleh lembaga tersebut.

Berbagai pengakuan ini mencerminkan komitmen jangka panjang Miriam College terhadap keunggulan akademik dan kepemimpinan dalam mempersiapkan pendidik anak usia dini. ISMILE Family of Schools mendidik anak-anak mulai dari bayi usia enam bulan hingga anak usia enam tahun di tujuh kampus, di bawah tiga merek pendidikan anak usia dini, yaituu ISMILE Preschool, IShine Preschool & Childcare, dan Alam Atelier.

Dengan kehadiran yang terus berkembang ini, ISMILE Family of Schools meyakini bahwa investasi pada kualitas guru harus menjadi prioritas yang berkelanjutan.

“Kerja sama ini lebih dari sekadar kolaborasi antar-institusi. Ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa berinvestasi pada guru adalah salah satu investasi terbaik yang dapat kita berikan untuk anak-anak. Kami merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Miriam College untuk memperkuat profesionalisme guru dan membuka kesempatan pembelajaran profesional yang bermakna bagi para pendidik, “ ucap Neeltje Sutandjati, Founder ISMILE Family of Schools, yang ditemui di Jakarta, pada Senin (6/7/2026).

Lebih lanjut, Neeltje juga mengatakan, “Kami percaya kolaborasi ini tidak hanya akan membawa manfaat bagi para pendidik di lingkungan ISMILE Family of Schools, tetapi juga dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan standar pendidikan anak usia dini di Indonesia, yang pada akhirnya akan mendukung pengalaman belajar yang lebih baik bagi anak-anak.”

Lima tahun pertama kehidupan seorang anak merupakan masa perkembangan otak yang pesat. Untuk itu sangat penting untuk melakukan pendekatan holistik dalam program pendidikan, yang mencakup aspek fisik dan akademik. Sekolah yang baik harus menyediakan program yang mendukung perkembangan motorik dan keterampilan sosial emosional anak.

Selain itu, kolaborasi antara sekolah dan keluarga juga sangat krusial untuk mendukung anak dalam menghadapi tantangan. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini yang berkualitas dapat mempersiapkan anak untuk tahap pendidikan berikutnya dengan lebih baik. Dengan dukungan yang tepat, setiap anak dapat mengembangkan potensi luar biasa yang dimiliki.

Melalui inisiatif ini, ISMILE Family of Schools menegaskan kembali komitmennya untuk membina para pendidik yang akan membentuk generasi masa depan dengan kepedulian, kompetensi, dan tujuan yang jelas, sekaligus berkontribusi pada kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia. (MB/RF/Foto: Dok.ISMILE)

Medcom - Bukan Cuma Sekolahnya, Guru Berkualitas Juga Kunci Anak Tumbuh Optimal

Jakarta: Kualitas pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau fasilitas belajar. Di balik proses belajar yang efektif, peran guru menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Berangkat dari hal tersebut, ISMILE Family of Schools memperkuat komitmennya terhadap pengembangan kompetensi guru melalui kerja sama internasional dengan Miriam College, Filipina, salah satu institusi pendidikan yang dikenal memiliki keunggulan di bidang pendidikan anak usia dini.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) pada pembukaan Teacher Professional Development Week yang berlangsung di Jakarta pada 6–9 Juli 2026. Program pelatihan tahunan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut tahun ajaran baru sekaligus upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MOU) yang telah disepakati kedua institusi pada Maret 2026.

Melalui kemitraan tersebut, ISMILE Family of Schools berencana mendirikan Teacher Training Centre di Indonesia. Pusat pelatihan ini akan menyediakan program sertifikasi guru secara bertahap hingga jalur diploma dan pascasarjana bekerja sama dengan Miriam College.

Miriam College sendiri merupakan salah satu institusi pendidikan terkemuka di Filipina yang pada 2026 merayakan 100 tahun berdiri. Program pendidikan gurunya telah diakui sebagai Center of Excellence oleh Philippine Commission on Higher Education (CHED), sementara program Bachelor of Early Childhood Education memperoleh akreditasi Level IV, tingkat akreditasi tertinggi dari Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges and Universities (PAASCU).

MoA pada pembukaan Teacher Professional Development Week yang berlangsung di Jakarta pada 6–9 Juli 2026. Dok. A, Firdaus/Medcom

Founder ISMILE Family of Schools, Neeltje Sutandjati, mengatakan investasi terhadap guru merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak.

“Kerja sama ini lebih dari sekadar kolaborasi antar-institusi. Ini mencerminkan keyakinan bersama bahwa berinvestasi pada guru adalah salah satu investasi terbaik yang dapat kita berikan untuk anak-anak,” ujar Neeltje.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru diharapkan tidak hanya berdampak pada tenaga pendidik di lingkungan ISMILE Family of Schools, tetapi juga ikut mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Saat ini, ISMILE Family of Schools melayani pendidikan anak mulai usia enam bulan hingga enam tahun melalui tujuh kampus yang menaungi tiga jenama pendidikan, yakni ISMILE Preschool, IShine Preschool & Childcare, serta Alam Atelier.

Melalui pengembangan profesional guru yang berkelanjutan, ISMILE berharap anak-anak Indonesia dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih berkualitas sejak usia dini, didukung oleh pendidik yang kompeten, adaptif, dan terus berkembang mengikuti kebutuhan pendidikan masa kini.

Suara - Fondasi SDM Masa Depan, Kualitas Pendidikan Anak Sejak Dini Jadi Sorotan
  • ISMILE Family of Schools bekerja sama dengan Miriam College untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik anak usia dini di Indonesia.
  • Kedua institusi menandatangani perjanjian pada Juli 2026 di Jakarta untuk meresmikan kemitraan strategis dalam pengembangan profesionalisme guru.
  • Kerja sama ini mencakup pendirian Teacher Training Centre yang menyediakan program sertifikasi berjenjang hingga tingkat diploma dan pascasarjana.

Suara.com – Pembentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kesiapan tenaga kerja untuk merambah dunia bisnis dan karier profesional bermula jauh sebelum individu memasuki usia produktif.

Fase pendidikan anak usia dini (PAUD) memainkan peran krusial dalam membangun fondasi kognitif, kemampuan analisis, dan keterampilan sosial dasar.

Dari kacamata ekonomi, investasi di sektor pendidikan awal secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan produktivitas, stabilitas karier, dan daya saing individu di pasar tenaga kerja pada masa mendatang.

Selain penguasaan materi akademis, kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional yang dipupuk sejak dini merupakan modal utama bagi calon pelaku usaha dan pemimpin korporasi. Oleh karena itu, kualitas tenaga pendidik di tingkat PAUD menjadi variabel penentu dalam rantai pasok SDM yang unggul. Kualifikasi dan metode pengajaran guru pada tahap ini, secara tidak langsung, turut menentukan peta kualitas tenaga kerja dan ketahanan ekonomi suatu negara dalam jangka panjang.

Berangkat dari kebutuhan akan standar tenaga pendidik anak usia dini tersebut, institusi pendidikan ISMILE Family of Schools merealisasikan kerja sama dengan Miriam College, sebuah lembaga pendidikan asal Filipina.

Kemitraan ini diformalkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) yang bertepatan dengan penyelenggaraan Teacher Professional Development Week di Jakarta pada 6 hingga 9 Juli 2026.

Penandatanganan MOA ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MOU) yang sebelumnya telah disepakati pada 6 Maret 2026.

Pada kunjungan tersebut, pihak ISMILE diwakili oleh Founder Neeltje Sutandjati, Director of Business Affairs Maryati Lauw, dan Director of Growth and Systems Trisha Winata, yang bertemu langsung dengan Presiden Miriam College, Dr. Maria Regina Lucia M. Lizares.

Agenda utama dari kolaborasi ini adalah pendirian Teacher Training Centre di Indonesia. Fasilitas ini direncanakan akan menyediakan program sertifikasi berjenjang bagi tenaga pendidik, yang terintegrasi dengan jalur kualifikasi tingkat diploma hingga pascasarjana di bawah kurikulum Miriam College.

Profil Mitra dan Skala Operasional

Pemilihan Miriam College sebagai mitra strategis didasarkan pada rekam jejak institusi tersebut di Filipina, yang akan genap berusia 100 tahun pada 2026.

Program Pendidikan Guru di Miriam College memiliki status Center of Excellence dari Philippine Commission on Higher Education (CHED). Selain itu, program Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini di lembaga tersebut memegang akreditasi Level IV dari Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges and Universities (PAASCU).

Di sisi lain, ISMILE Family of Schools saat ini mengelola tujuh kampus di Indonesia yang melayani segmentasi anak mulai dari usia enam bulan hingga enam tahun.

Operasional lembaga ini terbagi dalam tiga jenjang jenama pendidikan, yaitu ISMILE Preschool, IShine Preschool & Childcare, dan Alam Atelier.

Terkait kerja sama ini, Founder ISMILE Family of Schools, Neeltje Sutandjati, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi industri pendidikan.

“Kami meyakini kolaborasi ini dapat memperkuat profesionalisme guru dan membuka kesempatan pembelajaran profesional. Harapannya, inisiatif ini dapat berkontribusi pada peningkatan standar pendidikan anak usia dini di Indonesia secara umum,” tuturnya.

Nafas To Install Clean Air Zones in 7 iSmile Pre-School Campuses in Indonesia

As pollution in Jakarta and many other Indonesian cities continues to get worse, Nafas has been appointed as the air quality partner for iSmile Family of Schools in Indonesia and is tasked with bringing healthy air quality to 7 campuses in Permata Hijau, Menteng, Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, P. Antasari (for Alam Atelier & BazGym) and Bandung. As part of the partnership, Nafas will be providing healthy air quality management, analytics & reporting as well as leading educational programs for parents across iSmile, iShine, Alam Atelier and BazGym  to continue to raise awareness about air pollution and public health.

Over 800 students attend iSmile Family of Schools, one of the top pre-schools in Jakarta, Bandung and Bali. The dedication of iSmile administration to providing the optimal learning environment for its students extends to ensuring that healthy indoor air quality levels are always maintained. 

For their schools that already have a Clean Air Zone, Nafas successfully reduced indoor air pollution by over 80% in classrooms at the Kelapa Gading campus in April 2024.  Unhealthy indoor air quality in schools provides a sub-optimal learning environment for children and long term exposure to PM2.5 reduces concentration, focus and can impair cognitive development. Nafas even published an article about this – The Smog Effect: How Air Quality Could Be Affecting Test Scores.

Clean Air Zones by Nafas are a subscription based B2B service which provides companies with air quality diagnostics, healthy air management, data analytics and real-time reporting of indoor pollution levels. The end to end service is the first of its kind in Indonesia, and already serves over 100 clients in offices, schools, small businesses and residential locations.

Interested to learn more about turning your business into a Clean Air Zone – click here. 

Explore
Drag